Ayo kita belajar membuat aplikasi.
Coba dibuka Eclipse nya, lalu klik menu File - New - Android Application Project
Gambar I.1. New Android Application Project
Oke mari saya coba jelaskan sedikit.
- Application Name yaitu ya nama aplikasi yang akan dibuat. Coba kita isi saja dengan My App.
- Project Name yaitu nama direktori project dan nama yang terlihat di Eclipse. Secara default akan sama dengan nama aplikasinya tanpa menggunakan spasi. Biarkan saja tidak perlu diubah.
- Package Name yaitu package namespace untuk project yang akan dibuat ini. Penjelasan tentang apa itu package namespace ada di pelajaran Java. Secara default akan terisi com.example.myapp.
Penamaan Package Name ini harus unik, berbeda dengan semua package yang terinstall di Android. Penggunaan Package Name yang mengandung "com.example" tidak dapat di-publish di Google Play. Tapi tidak masalah karena ini sebagai pembelajaran saja, tidak perlu di-publish di Google Play :)
- Minimum Required SDK yaitu versi Android paling rendah yang bisa menjalankan aplikasi ini. Biarkan saja tidak perlu diubah.
- Target SDK yaitu versi Android tertinggi yang sudah pernah atau akan dicoba oleh aplikasi ini. Kita coba untuk Android Jelly Bean.
- Compile With yaitu platform yang digunakan untuk meng-compile aplikasi ini. Setelan default akan menggunakan versi Android tertinggi yang tersedia di SDK.
- Theme yaitu style UI yang akan dipakai pada aplikasi.
Kita klik Next. Next Lagi.
Gambar I.2. Konfigurasi Launcher Icon
Pada bagian ini kita konfigurasi icon yang akan tampil nanti. Ada beberapa syarat mengenai icon ini yaitu:
- Ukuran launcher icon pada mobile device adalah 48 x 48 dp.
- Ukuran launcher icon pada display Google Play adalah 512 x 512 pixels.
Itu untuk launcher icon. Masih banyak lagi seperti notification icon, action bar icon, dan contextual icon nanti akan dibahas lagi. (kalau inget).
Kemudian klik Next.
Kemudian kita pilih Blank Activity.
Klik Next.
Finish... Tadaaaa.....:D
Gambar I.3. Hello World
Inilah Blank Activity yang sudah berhasil dibuat. Default menampilkan tulisan "Hello World" yang menjemukan :D
Stop dulu. Sebelum berkreasi lebih jauh, kita set dulu bagaimana kita nge-run aplikasi ini.
Aplikasi ini khan perlu di-run supaya kelihatan hasilnya seperti apa. Oke pertama-tama kita tentukan dulu mau di-run pakai apa.
Yoh klik icon Android Virtual Device Manager, kemudian klik New.
Gambar I.4. Icon Android Virtual Device Manager
Gambar I.5. Android Virtual Device Manager
- AVD Name diisi apa saja bebas.
- Device kita pilih terserah. kalau saya pilih Nexus One.
- Target Android 4.2.2.
- Keyboard dan Skin dikasi centang.
- Front Camera / Back Camera boleh dipakai boleh tidak.
- Memory Options kita isi 512. AVD akan error atau tidak bisa dijalankan jika Memory yang diisi melebihi 768 MB.
- Internal Memory diisi bebas. Eh jangan banyak-banyak deh, sedikit saja, 500 MB.
- SD Card pilih Size, ukurannya bebas.
Klik OK.
AVD yang sudah dibuat akan tampil di list. Klik AVD nya, lalu klik tombol Start. Kemudian Klik Launch.
Gambar I.6. Android Virtual Device
Nah, AVD nya sudah jalan. Kembali ke Eclipse, sekarang kita mau run aplikasi yang tadi nih :D
Klik panah di icon Run, kemudian pilih Run Configurations...
Gambar I.7. Run Configuration
Di Android Application klik kanan, lalu klik New
Gambar I.8. New Configuration
- Ketikkan nama konfigurasi. Kemudian pada tab Android klik tombol Browse, kemudian pilih nama project.
- Pada tab Target, pilih radio button yg ketiga, kemudian centang AVD yang sudah kita buat tadi.
- Klik tombol Apply, kemudian klik tombol Run.
Perhatikan loading bar di sebelah kanan bawah Eclipse yang sedang menunjukkan proses loading project ke AVD yang aktif. Setelah proses mencapai 100%, maka project tadi sudah bisa dilihat di AVD.
Gambar I.9.Project Running di AVD
Oke, sekian dulu Passion I, kita lanjut lagi pemrograman Android selanjutnya di Passion II - Before Deep.
Musdianicov
source: http://developer.android.com/








Tidak ada komentar:
Posting Komentar